Di sini ada banyak rasa...
Di sini ada banyak kisah...
Di sini pun ada kenangan.
Kenangan yang... ingin rasanya tak ingit mengingatnya lagi.
Aaah... terlalu sulit bagi ku tuk menuliskan ini semua....
Dan sini pun ada banyak pelajaran yang bisa aku ambil.
Maaf, ku tak mampu memberi sesuatu yang membuat antuna mengenang atas kehadiran ku.
Minggu, 16 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Tentang Berangkat PPL
Besok aku dan teman-teman akan berjuang. Berjuang di medan baru.
Iya, esok hari Ahad tepatnya tanggal 09 Februari 2020 pukul 09.00 WIB, kita akan pergi ke tempat PPL di Pondok Pesantren Ar-Rahmah Ngawi, Jawa Timur sampai dengan hari Ahad, 23 Februari 2020.
Kita ditugaskan di pondok tersebut untuk menyampaikan ilmu yang selama ini kita dapatkan.
Tapi, apa daya rasa minder terkadang muncul, apa yang selama ini kita dapatkan? mampukah aku dan berbagai rasa lainnya yang terkadang menyelimuti ku.
Dan apa sich yang kamu siapkan selama ini him...
Semoga Allah mempermudah urusan kita...
Mempermudah jalan kita untuk berda'wah...
Mempermudah urusan kita untuk menyampaikan ilmu selama ini kita dapatkan.
Beralih sejenak,
Perihal tugasan dan belum tugasan di pondok pesanten dulu menjadi pembahasan sendiri. Memang anak yang sudah tugasan biasanya nampak lebih unggul dari segi menyampaikan ilmu dan kepercayaan diri di depan publik. Anak yang belum tugasan biasanya terlihat malu-malu ketika di depan publik.
Selain perihal ini, anak yang terlihat pasif atau introvet juga dibandingkan dengan anak yang terlihat aktif. Mereka yang pasif menjadi pembahasan sendiri, terkadang sedikit mengejek.
Pagi tadi, setelah pembekalan PPL ada teman yang berbincang dengan teman yang lain. Perbincangannya kurang lebih begini, "Ha...ha...ha..., ntar dia depan orang-orang ngga ada suaranya, mlempem..." Allahu Akbar.....
Ya Allah..., mudahkanlah urusan kami....
#berjuang#ppl#pondokarrahmah#da'wah#mahira#ankatan12#kifahusidqiya#hurininhimma#himma
Sharing
Malam ini ku dapat pelajaran dari teman seputar rumah tangga. Membahas seputar rumah tangga yang intinya dalam rumah tangga antara suami dan istri harus ada sikap saling memahami. Sejatinya, laki-laki dan perempuan memiliki sifat yang berbeda, bisa saja dikatakan sulit untuk disatukan. Namun, dengan adanya ilmu agama, ilmu tentang laki-laki dan perempuan (paham dengan sosok laki-laki atau perempuan), visi dan misi pernikahan yang jelas, insya Allah bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan baik. Akan tetapi, sebaik apapun rumah tangga tentunya tetap ada permasalahan.
Kamis, 16 Januari 2020
Jatuh
Hai kamu yang pernah terjatuh, jangan pernah menyerah ya..
Dari aku untuk mu Himma
#hurin.inhimma
Senin, 23 Desember 2019
Cuek
Maaf, ku tak bisa merespon apa yang kau lakukan pada ku
Ku lebih memilih diam dan sesekali tersenyum
Ku hanya takut
Takut terluka
Terluka untuk kesekian kalinya
Terluka sebab ada rasa diantara kita
Rasa takut kehilangan
Rasa saling sayang
Teman
Teman...,
Dahulu ku mengangap mu baik
Ku tak ingin melepaskan mu
Karena ilmu dan akhlak yang kamu miliki pada saat itu.
Dan aku pun berusaha sabar dengan sesuatu yang membuat ku sakit hati, bersebab kebaikan yang kamu miliki pada saat itu.
Namun, semakin lama kelakuan mu membuat hati ini tak tahan
Ingin rasanya lisan ini membentak dan berkata kasar..
Namun, sekali lagi ku memilih bersabar dan diam.
Hingga ku putuskan untuk menjaga jarak.
Karna ku tak ingi terluka untuk sekian kalinya bersebab perkataan dan perbuatan mu yang terkadang membuat hati ini kesal.
Dahulu ku mengangap mu baik
Ku tak ingin melepaskan mu
Karena ilmu dan akhlak yang kamu miliki pada saat itu.
Dan aku pun berusaha sabar dengan sesuatu yang membuat ku sakit hati, bersebab kebaikan yang kamu miliki pada saat itu.
Namun, semakin lama kelakuan mu membuat hati ini tak tahan
Ingin rasanya lisan ini membentak dan berkata kasar..
Namun, sekali lagi ku memilih bersabar dan diam.
Hingga ku putuskan untuk menjaga jarak.
Karna ku tak ingi terluka untuk sekian kalinya bersebab perkataan dan perbuatan mu yang terkadang membuat hati ini kesal.
Minggu, 01 Desember 2019
Terpendam
Ada rasa yang terpendam
Rasa yang tak bisa terucap
Rasa yang menggerogoti hati dan pikiran ini
Aaah.....
Tak tahu lagi harus bagaimana ....
Amat berat dan menyakitkan memendam perasaan ini terlalu lama.
Ya, semoga kamu baik-baik saja di sana.
Aku...
Sadar
Ya...
Kita sebenarnya sadar apa sich tugas penuntut ilmu...
Tapi, tapi kenapa terkadang kemalasan dan hawa nafsu yang lainnya mengalahkan pengetahuan kita tentang ini.
Kita terlalu bersantai dengan keadaan.
Kita terlalu nyaman dengan keberadaan kita yang berada di zona nyaman.
Andai...
Aah..., terlalu menyakitkan "andai" an itu.
Tak perlu lagi lach berandai-andai, saiki sing penting maju.
Maju maring ngarep. Dan bersemangat lagi.
Memang ini ujian, seberapa kuatkah kita menghadapi inie semua.
Padahal tinggal selangkah lagi berada digaris finish.
#hurin.inhimma#belajar#belajar#belajar#skripsi#semangat#semester6#bangkit#pasti bisa#AllahuAkbar
Kita sebenarnya sadar apa sich tugas penuntut ilmu...
Tapi, tapi kenapa terkadang kemalasan dan hawa nafsu yang lainnya mengalahkan pengetahuan kita tentang ini.
Kita terlalu bersantai dengan keadaan.
Kita terlalu nyaman dengan keberadaan kita yang berada di zona nyaman.
Andai...
Aah..., terlalu menyakitkan "andai" an itu.
Tak perlu lagi lach berandai-andai, saiki sing penting maju.
Maju maring ngarep. Dan bersemangat lagi.
Memang ini ujian, seberapa kuatkah kita menghadapi inie semua.
Padahal tinggal selangkah lagi berada digaris finish.
#hurin.inhimma#belajar#belajar#belajar#skripsi#semangat#semester6#bangkit#pasti bisa#AllahuAkbar
Senin, 14 Oktober 2019
Kamu
Kamu yang pernah ku do'akan dalam diam ku...
Kamu yang pernah ku kagumi...
Kamu yang pernah membuat ku bahagia...
Hati-hati di sana...
Semoga Allah menjaga mu...
Semoga Allah mempermudah urusan mu...
Dan semoga kamu bisa istiqomah di jalan-Nya
@huri.inhimma
Sabtu, 27 Juli 2019
Masruq bin Al-Ajda'
Masruq bin Al-Ajda’ Al-Hamdani
Al-Wadi’i Abu Aisyah Al-Kufi. Dialah Masruq bin Al-Ajda’ bin Malik bin Umayyah
bin Abdullah bin Murri bin Salman ( Salaman) bin Muammar bin Al-Harits bin
Sa’ad bin Abdullah bin Wadi’ah.
Mengenai kelahiran beliau tak ada
penulis biografinya yang menulis tanggal dan tempat kelahirannya. Hanya saja
mereka memberi keterangan bahwa dia meninggal pada tahun 62 atau 63 Hijriyah.
Al-Mizzi berkata, “Masruq
meriwayatkan dari beberapa orang yang diantaranya; Ubay bin Ka’ab, Khabab bin
Al-Art, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab, Abdullah bin Amr bin
Al-Ash, Abdullah bin Mas’ud, Ubaid bin Umair Al-Laitsi, Usman bin Affan, Ali
bin Abi Thalib, Umar bin Al-Khathab, Muadz bin Jabal, Ma’qil bin Sinan
Al-Asyja’I, Al-Mughirah bin Syu’bah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Subai’ah
Al-Aslamiyah, sayyidah Aisyah istri Rasulullah dan ibunya Ummu Ruman, dan Ummu
Salamah istri Rasulullah.”
Al-Mizzi berkata: “Ada beberapa
orang meriwatkan hadist dari Masruq diantaranya; Ibrahim An-Nakha’I, Anas bin
Sirin, Ayyub bin Hani’, Jabal bin Rufaidah, Abu Wail Syaqiq bin Salamah, ‘Amir
Asy-Sya’bi, Abdullah bin Murrah Al-Kharaqi, Abdurrahman bin Abdullah bin
Mas’ud, Ubaid bin Nadhlah, Amarah bin Umair, Al-Qasim bin Al-Muntasyir bin
Al-Ajda’, Muhammad bin An-Nasyr Al-Hamdani, Abu Adh-Dhuha Salam bin Shabih,
Makhul bin Asy-Syami, Yahya bin Al-Jazzar, Yahya bin Watstsab, Abu Al-Ahwash
Al-Jusyami, Abu Ishaq As-Suba’I, Abu Asy-Sya’ta Al-Muharibi dan istrinya Umair
binti Amr.”
Asy-Sya’bi berkata, “Ketika
Ubaidillah bin Ziyad dating ke Kuffah, dia bertanya, “Siapakah orang yang
terbaik di antara kalian?” mereka menjawab, “Masruq.”
Yahya bin Mu’in berkata, “Masruq
adalah orang yang dapat dipercaya dan tidak ada orang yang menyamainya. Utsman
bin Said bertanya kepadaYahya tentang Masruq dan kepada Urwah mengenai sayyidah
Aisyah, maka dia tidak ragu lagi.”
Ibnu Sa’ad berkata, “Dia adalah tsiqah
(orang yang dapat dipercaya perkataan dan berita yang dibawanya) dan dia banyak
mempunyai hadits yang layak diriwayatkan.”
Abu Nu’aim berkata, “Diantara para
teman Abdullah bin Mas’ud, terdapat seseorang yang sangat takut dan sangat
cinta kepada Tuhannya dan selalu ingat akan banyaknya dosa yang telah
dilakukannya. Dia sangat dihormati keilmuannya, dapat dipercaya dan selalu
ingin bertemu kepada Tuhannya dengan memperbanyak ibadah; dialah Abu Aisyah
bernama Masruq.”
Dari Ibrahim bin Muhammad bin
Al-Muntasyir, dia berkata, “Masruq memasang penutup antara dia dengan anggota
keluarganya ketika shalat agar khusuk dalam shalatnya, meninggalkan mereka dan
dunia mereka.”
Anas bin Sirrin dari istri Masruq,
dia berkata, “Masruq banyak melakukan shalat hingga kedua kakinya membengkak.
Seringkali aku duduk di belakangnya sambil menangis karena tidak tega melihat
apa yang dilakukannya.”
Dari Al-A’masy bin Abi Adh-Dhuha,
dia berkata, “Masruq banyak bangun malam dan melakukan shalat layaknya seorang
rahib. Dia pernah berkata keluarganya, “Sebutkanlah semua kebutuhan kalian
kepadaku sebelum aku melakukan shalat (agar tidak terganggu dalam shalatnya).”
Diriwayatkan dari Muslim, dari
Masruq, ia berkata, “Cukuplah seseorang tahu maksud dari rasa takut kepada
Allah. Dan seseorang akan menjadi bodoh, jika dia merasa bangga dengan apa yang
telah diperbuatannya.”
Masruq berkata, “Hendaknya seseorang mempunyai
tempat yang sunyi, sehingga dapat digunakannya untuk merenungi diri, merenungi
dosa-dosanya dan meminta ampunan kepada Allah.”
Dari Abu Adh-Dhuha, dia berkata,
“Pernah Masruq memberikan suatu pertolongan kepada seseorang, kemudian datang
seorang wanita memberikan hadiah kepadanya, sehingga Masruq sangat marah dan
berkata, “Kalaulah aku tahu bahwa sifat seperti itu terdapat dalam dirimu,
niscaya aku tidak mau berbicara denganmu untuk selamanya, selama hal itu masih
ada dalam dirimu. Aku pernah mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata,
“Barangsiapa memberikan suatu
pertolongan kepada seseorang untuk dapat mengembalikan haknya atau
menghindarkannya dari suatu kezhaliman yang menimpanya, kemudian dia menerima
hadiah dari orang itu, maka perbuatan itu adalah suatu kebinasaan.”
Mendengar itu, orang-orang di
sekitarnya berkata, “Kami tidak menganggap kebinasaan kecuali jika bertujuan
menyuap.” Masruq menimpali, “Jika berniat menyuap, maka itu adalah suatu
kekufuran.”
Dari Asy-Sya’bi, dia berkata, “Pernah
Masruq berkata, “Sesungguhnya ketika aku memutuskan perkara dalam suatu
pengadilan yang sesuai dengan kebenaran atau aku mendapatkan kebenaran (dalam
berijtihad) adalah lebih aku cintai daripada berjuang (perang) selama satu
tahun di jalan Allah.”
Dari Ibrahim bin Muhammad bin
Al-Muntasyir dari Masruq, dia berkata, “Tidaklah ada yang lebih baik bagi
seseorang mukmin dari kuburan yang dapat dijadikannya tempat beristirahat dari
kebisingan dunia dan di dalamnya dia aman dari siksa Allah.”
Dari Syafiq, dia berkata, “Masruq
pernah dirantai selama dua tahun. Selama itu dia habiskan untuk melakukan shalat
dua rakaat-dua rakaat dengan maksud mendapatkan pahala sunnah Rasulullah.”
Dari Al-A’masy dari Syafiq, dia
berkata, “Aku pernah berkata kepada Masruq, “Apa yang menyebabkanmu
diperlakukan seperti ini?” Dia menjawab, “Ada tiga sebab yang menyebabkanku
seperti ini, yaitu: Ziyad, Syuraih dan setan hingga akhirnya mereka
menjadikanku seperti ini.”
Dari Abu Wail, dia berkata,
“Bahwasanya ketika menjelang kematiannya, Masruq berkata, “Ya Allah, aku tidak
ingin meninggal dengan tidak mengikuti petunjuk Rasulullah, tidak pula Abu
Bakar dan Umar bin Khathab Radhiyallahu Anhum. Demi Allah, aku tidak
meninggalkan sesuatu pun kepada seseorang kecuali sesuatu yang melekat pada
pedangku ini, maka masukkanlah ia dalam kafanku ini nanti.”
Sufyan bin Uyainah berkata, Masruq
meninggal dunia pada tahun 63 Hijriyah. Dia adalah seorang perawi yang dapat
dipercaya dan mempunyai banyak hadits shahih.”
Abu Nu’aim berkata, “Masruq meninggal
dunia pada tahun 62 Hijriyah.”
Yahya bin Bakir dan Ibnu Sa’ad
berkata, “Dia meninggal pada tahun 63 Hijriyah.”
Senin, 17 Juni 2019
Cara merubah Format Gambar CR2 Menjadi JPEG Atau JPG
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Haii…
sobat…, dalam artikel kali ini saya akan memberikan tips “Cara Merubah Format
Gambar CR2 Menjadi JPEG Atau JPG”
Sedikit
bercerita nich…, saya pernah menggalami kebingungan dan kepanikan yang sangat
ketika hasil pemotretan saya semuanya tidak terbuka ketika dipindahkan ke laptop. Saat itu saya
mengunakan kamera Cannon DSRL. Setelah saya lihat kembali ternyata formatnya
CR2.
Kira-kira
Apa sih CR2?
CR2
singkatan dari Canon Raw Versi 2. CR2 merupakan format fotografi RAW digital
yang dibuat oleh Canon Inc. Ini merupakan salah satu gambar mentah yang dapat
menyimpan semua informasi gambar asli tanpa pengolahan gambar, sehingga
merupakan format yang sanagt baik untuk semua fotografer professional atau
penggemar fotografi. File RAW in sangat mempertahankan semua rincian dan
informasi foto sehingga ukuran filenya jauh lebih mesar dibandingkan gambar
JPEG atau JPG.
Lalu,
bagamana Cara Merubah Format Gambar CR2 Menjadi JPEG Atau JPG? Saya memberikan
2 cara untuk merubahnya:
1. Menggunakan
Sofware CR2 Converter
CR2 Converter merupakan software converter gratis untuk
format CR2. Sofware ini dapat digunakan untuk mengkonversi gambar dengan format
CR2 atu file gambar RAW ke format gambar yang umum, seperti JPEG atau JPG, BMP,
PNG, GIF dan TIFF.
Bagi anda yang ingin mendownload software CR2 Converter di sini.
Sofware ini mendukung batch, sehingga anda bisa menambahkan
beberapa foto digital sekaligus dan mengkonversinya bersama-sama. CR2 Converter
ini sangat sederhana dan mudah digunakan.
Berikut langkah-langkah menggunakan software CR2 Converter:
2. Setelah membuka file foto dengan format CR2 pilih tombol Open.
3. Pada Ouput Format, anda dapat memilih tipe foto yang anda inginkan.
4. Yang
terakhir anda dapat menekan tombol Convert dan tunggu beberapa saat.
2. Menggunakan
Sofware PhotoScape
PhotoScape adalah salah satu software edit foto yang cukup terkenal
di Indonesia. Sofware ini cukup mudah digunakan karena fiturnya yang tidak
membingungkan. Banyak sekali figure yang terdapat di software ini, misalnya pemilik,
editor, editor tumpak, halaman, gif animasi, menangkap layar dan konversi RAW.
Bagi anda
yang ingin mendownload software Photoscape di
sini
Berikut langkah-langkah menggunakan software
photoscare:
1.
Pilihlah
tombol Konversi RAW.
2. Pilih
tombol Add untuk memasukkan file foto dengan format CR2. Anda bisa
memilihnya satu persatu atau langsung banyak.
3. Untuk
opsi Konversi gunanya untuk mengubah kualitas dan ukuran gambar hasil konversi.
Pilih sesuai kebutuhan.
4.
Pilih
tombol Open setelah anda memilih file foto dengan format CR2.
5. Pilih
tombol Convert untuk memulai konversi, nanti otomatis gambar hasil
konversi anda berada di dalam forder format CR2 yang anda konversi.
6. Lalu
akan muncul seperti di bawah ini dan tekan tombol Yes. Tunggulah
beberapa saat untuk melihat hasilnya.
Alhamdulillah…,
akhirnya foto dengan format CR2 bisa kita ubah menjadi format JPEG atau JPG.
Semoga
bermanfaat ya….
Wa’alaikumussalam
Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber tambahan: https://hafidh07.blogspot.com/2017/07/cara-mengubah-format-gambar-cr2-menjadi.html
Langganan:
Postingan (Atom)













