Jumat, 10 Mei 2019

Diam-Diam Ku Menyimpan Sesuatu


Tentang Pilang….

Salut dengan masyarakat Pilang…., Masya Allah…

Mereka saling membatu dan tolong menolong antara satu dengan yang lain.
Mereka bersatu tanpa membedakan kelompok, usia, provesi, derajat dan sebagainya.
Masjid di Pilang pun banyak, namun yang membuat ku salut sekali lagi adalah masjid-masjid itu tak pernah sepi dari jama’ah.

Menurut survey ku disalah satu masjid dekat asrama kami, yakni Masjid Al Iman Pilang.

Dari Waktu Subuh…

Walau kami di dalam asrama, namun terdengar dengan jelas banyaknya kendaraan dan gesekan sandal yang melaju menuju Masjid Al Iman Pilang.
Hingga…, ba’da subuh pun masjid masih terlihat ramai, ada beberapa bapak-bapak yang menyempatkan waktunya untuk belajar ilmu agama dan membaca Al Qur’an hingga terbitnya matahari

Ketika Shalat Dhuhur tiba…

Shalat dhuhur pun masih terlihat ramai, walau jumlah jama’ahnya tak seramai shalat fardhu lainnya.
Mungkin sebagian mereka ada yang masih bekerja di tempat kerja mereka…

Ketika Shalat Asar tiba…

Alhamdulillah jumlah jama’ah lebih banyak dari shalat dhuhur…

Ketika Shalat Maghrib tiba…

Masya Allah…., jama’ah shalat semakin banyak…
Ba’da Maghrib pun ada beberapa jama’ah yang menyempatkan untuk berdiam diri di dalam masjid sembari membaca Al Qur’an dan menunggu adzan Isya

Ketika Shalat Isya tiba…

Hmmm, hingga Shalat Isya tiba jama’ah shalat pun masih terlihat banyak…., Masya Allah…

Dan ketika Ramadhan tiba…,

Masya Allah jumlahnya semakin banyak…

Ketika Shalat Teraweh pun begitu,

Jumlah jama’ah perempuan yang biasannya hanya 2 atau 3 shaf saja, kini ketika Shalat Teraweh menjadi 6 atau 7 shaf hingga ke teras masjid.

Masya Allah… mereka rajin….
Mereka berbondong-bondong dataang ke Masjid ketika adzan berkumandang,
Mereka selalu mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid sebelum mereka duduk di masjid…,
Mereka menjaga shalat rawatib…

Dan masih banyak kebaikan lain yang tak mampu ku sebutkan dari masyarakat Pilang.
Ku bisa mengenal mereka dan sedikit memahami masyarakat Pilang ketika ku mengikikuti shalat berjama’ah di Masid Al Iman Pilang…,

Selain itu…., aku juga sering berkeliling Pilang mengendarai sepeda atau sepeda motor sekedar melepas penat, dengan cara bertemu masyarakat Pilang menyebar salam dan senyuman, Alhamdulillah cukup menghibur dikala hati terluka…, cukup menghibur dikala kepenatan menghampiri diriku…, terimakasih…., sapaan hangat, senyuman, dan respon baik masyarakat cukup membuat hati ini senang.

Selain itu, masyarakat Pilang  ketika ada pengajian atau tabligh akbar lebih antusias ketika si pembicara menggunakan bahasa jawa (krama alus).

Tapi, terkadang ini cukup membuat sedih mba’-mba’ pondok (sebutan masyarakat Pilang kepada mahasantri MAHIRA), bahasa itu tidak bisa dipahami dengan baik bagi kami, tak hanya orang-orang luar jawa yang tak paham.., sing ong jawa aslie be ora paham…, termasuk aku sich…

Terkadang kami tertawa ria ketika para masyarakat tertawa, terkadang pula kami hanya bengong sambil meringis-meringis menyaksikan antusias masyarakat dan mendengarkan pembicara yang bahasanya tak bisa kami pahami dengan baik.

Ada perkataan dari salah satu masyarakat Pilang ketika ada salah satu mba’-mba’ pondok  yang mengadukan keluhannya kepadanya, (yang intinya gini..), “ Buat mba’-mba’ pondok  sich ngga penting paham apa ngga’ kan dah sering dapat ilmunya…., yang penting tuch masyarakat paham apa yang dibicarakan si pembicara.”

Hmmm…, terharu dech…..!

Ya Allah…

Berkatilah masyarakt Pilang dan sekitarnya….

Lancarkanlah rizqi mereka dan mudahkanlah urusan mereka…

Berikanlah keistiqomahan keimanan kepada saudara-saudara seiman ku yang berda di Pilang dan sekitarnya..

Ya Allah…

Kumpulkanlah dan pertemukanlah kami di Jannah-Mu…
.
.
.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kalian…,
احبكم في الله...

Luapan dari hati terdalam kepada masyarakat Pilang (walau ku tak dapat mengenal satu persatu)
By: Hurin’In Himma (Si pengamat dalam diam)

Tidak ada komentar:

Kawan..., silahkan tinggalkan pesan...

Nama

Email *

Pesan *