Kamis, 06 Juni 2019

Perlu Kita Ingat Nasehat ini (Al-Muttaqin)



Tiba-tiba teringat dengan nasehat beliau Ustadz Sartono Munadi,


“Jadikan rumahmu sebagai pondok mu…!”


Nasehat singkat namun cukup membekas…

Nasehat singkat yang terucap ketika akan melepaskan kita…

Nasehat singkat ketika memberikan kesempatan kepada kita tuk berlibur dan kembali kepada kedua orangtua…


Dalam nasehat singkat ini memiliki banyak makna yang cukup membekas,


Mungkin dahulu kita sedikit abaikan nasehat ini,

Mungkin dahulu kita anggap itu hanyalah quotes setiap menjelang liburan belaka.

Kini ku sadari…

Mungkin….., dahulu kita merasa bisa beramal dengan baik dan istiqomah di pondok selama 6 tahun, atau 4 tahun dan sebagainya…, sembari ditemani oleh teman-teman yang sholih dan sholihah…


Namun…., apakah kita masih bisa beristiqomah sebagaimana dahulu kita beramal?

Dahulu kita menjadi terdepan dalam kebaikan…

Dahulu kita bisa lakukan segala kebaikan dengan ringan…

Dahulu… kita merasa aman dengan keimanan kita…


Tapi…., apakah kita masih memiliki semangat tinggi tuk melakukan amal shaleh…?

Apakah kita masih seistiqomah dahulu?


Dari bangun tidur….,

Kita rela bangun pukul 02.00 demi mengerjakan shalat malam…

Bangun tuk mengadukan permasalah…

Bangun tuk mencurahkan isi hati sembari meneteskan air mata dan mengangkat kedua tangan…

Bangun tuk melantunkan ayat suci al Qur’an…

Dahulu kita rela ngantuk-ngatukan duduk di mushalla atau masjid demi menunggu datangnya adzan subuh…

Dahulu kita rajin mengerjakan shalat rawatib….

Dahulu kita sering berpuasa sunnah…

Puasa senin-kamis…, bahkan ada diantara kita yang berpuasa daud.


Apakah itu semua hanya kenangan belaka?


Pondok memang ladangnya beramal shalih…


Namun, apakah kita masih bisa serajin dahulu?


Dimana pun sekarang kita….

Tetap jadilah yang terbaik…

Tetap jadilah orang yang bersegera dalam kebaikan…

Menjadi orang yang rakus dalam kebaikan…

Tetap berkumpul dan bergabunglah dengan orang-orang shalih dan shalihah…

Karna kita butuh mereka tuk menasehati kita, menegur kita dikala lalai, menyemangati kita dalam beramal shalih.


#rindualmuttaqin

#RaidatuAfkary26

#dantemanseperjuangan


By: Hurin’In Himma

Jumat, 10 Mei 2019

Diam-Diam Ku Menyimpan Sesuatu


Tentang Pilang….

Salut dengan masyarakat Pilang…., Masya Allah…

Mereka saling membatu dan tolong menolong antara satu dengan yang lain.
Mereka bersatu tanpa membedakan kelompok, usia, provesi, derajat dan sebagainya.
Masjid di Pilang pun banyak, namun yang membuat ku salut sekali lagi adalah masjid-masjid itu tak pernah sepi dari jama’ah.

Menurut survey ku disalah satu masjid dekat asrama kami, yakni Masjid Al Iman Pilang.

Dari Waktu Subuh…

Walau kami di dalam asrama, namun terdengar dengan jelas banyaknya kendaraan dan gesekan sandal yang melaju menuju Masjid Al Iman Pilang.
Hingga…, ba’da subuh pun masjid masih terlihat ramai, ada beberapa bapak-bapak yang menyempatkan waktunya untuk belajar ilmu agama dan membaca Al Qur’an hingga terbitnya matahari

Ketika Shalat Dhuhur tiba…

Shalat dhuhur pun masih terlihat ramai, walau jumlah jama’ahnya tak seramai shalat fardhu lainnya.
Mungkin sebagian mereka ada yang masih bekerja di tempat kerja mereka…

Ketika Shalat Asar tiba…

Alhamdulillah jumlah jama’ah lebih banyak dari shalat dhuhur…

Ketika Shalat Maghrib tiba…

Masya Allah…., jama’ah shalat semakin banyak…
Ba’da Maghrib pun ada beberapa jama’ah yang menyempatkan untuk berdiam diri di dalam masjid sembari membaca Al Qur’an dan menunggu adzan Isya

Ketika Shalat Isya tiba…

Hmmm, hingga Shalat Isya tiba jama’ah shalat pun masih terlihat banyak…., Masya Allah…

Dan ketika Ramadhan tiba…,

Masya Allah jumlahnya semakin banyak…

Ketika Shalat Teraweh pun begitu,

Jumlah jama’ah perempuan yang biasannya hanya 2 atau 3 shaf saja, kini ketika Shalat Teraweh menjadi 6 atau 7 shaf hingga ke teras masjid.

Masya Allah… mereka rajin….
Mereka berbondong-bondong dataang ke Masjid ketika adzan berkumandang,
Mereka selalu mengerjakan shalat Tahiyatul Masjid sebelum mereka duduk di masjid…,
Mereka menjaga shalat rawatib…

Dan masih banyak kebaikan lain yang tak mampu ku sebutkan dari masyarakat Pilang.
Ku bisa mengenal mereka dan sedikit memahami masyarakat Pilang ketika ku mengikikuti shalat berjama’ah di Masid Al Iman Pilang…,

Selain itu…., aku juga sering berkeliling Pilang mengendarai sepeda atau sepeda motor sekedar melepas penat, dengan cara bertemu masyarakat Pilang menyebar salam dan senyuman, Alhamdulillah cukup menghibur dikala hati terluka…, cukup menghibur dikala kepenatan menghampiri diriku…, terimakasih…., sapaan hangat, senyuman, dan respon baik masyarakat cukup membuat hati ini senang.

Selain itu, masyarakat Pilang  ketika ada pengajian atau tabligh akbar lebih antusias ketika si pembicara menggunakan bahasa jawa (krama alus).

Tapi, terkadang ini cukup membuat sedih mba’-mba’ pondok (sebutan masyarakat Pilang kepada mahasantri MAHIRA), bahasa itu tidak bisa dipahami dengan baik bagi kami, tak hanya orang-orang luar jawa yang tak paham.., sing ong jawa aslie be ora paham…, termasuk aku sich…

Terkadang kami tertawa ria ketika para masyarakat tertawa, terkadang pula kami hanya bengong sambil meringis-meringis menyaksikan antusias masyarakat dan mendengarkan pembicara yang bahasanya tak bisa kami pahami dengan baik.

Ada perkataan dari salah satu masyarakat Pilang ketika ada salah satu mba’-mba’ pondok  yang mengadukan keluhannya kepadanya, (yang intinya gini..), “ Buat mba’-mba’ pondok  sich ngga penting paham apa ngga’ kan dah sering dapat ilmunya…., yang penting tuch masyarakat paham apa yang dibicarakan si pembicara.”

Hmmm…, terharu dech…..!

Ya Allah…

Berkatilah masyarakt Pilang dan sekitarnya….

Lancarkanlah rizqi mereka dan mudahkanlah urusan mereka…

Berikanlah keistiqomahan keimanan kepada saudara-saudara seiman ku yang berda di Pilang dan sekitarnya..

Ya Allah…

Kumpulkanlah dan pertemukanlah kami di Jannah-Mu…
.
.
.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kalian…,
احبكم في الله...

Luapan dari hati terdalam kepada masyarakat Pilang (walau ku tak dapat mengenal satu persatu)
By: Hurin’In Himma (Si pengamat dalam diam)

Sabtu, 16 Maret 2019

Tanpa Kata

Tanpa kata
#ahad, 17 Maret 2019
#maju munadhoroh ilmiyah.....
#tentang riswah dan korupsi
#yuli
#himma
#junita


Pray For Muslim In New Zealand




Kejadian hari Jum'at lalu...
Sungguh memiris hati kita...
Hati Kaum Muslimin...

Kejadian penembakan yang dilakukan oleh orang bersenjata...
Dia memasuki masjid dengan percaya diri dan menembak kaum Muslimin yang ada di dalam masjid
Serangan penembakan yang dilakukan pada ke dua masjid di pusat Christchurch,di Masjid Al-Noor dan di Masjid Linwood.

Sungguh keji perbuatannya

Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal kepada mereka yang menganggu kaum Muslimin...

Semoga Allah meninggikan derajat para korban dan menerima mereka disisi-Nya sebagai syuhada serta pihak keluarga diberi kesabaran
 

#prayformuslem
#prayformosleminnewzealand
#hurin.inhimma


Jumat, 15 Maret 2019

#Savemuslimpalestina

Sragen, 13 Maret 2019

Masjid  Hidayaturrahman Sragen mengundang Syaikh Asad Khalid Muhammad Hammouda dari Palestina. Yang diterjemahkan oleh Ustadz Amir Mahmud. Dengan Tema "Peran Muslim Indonesia Untuk Palestina"
Karna terdapat waktu longgar dan tidak bertabrakan dengan jadwal kegiatan kami, mahasantri Ma'had 'Aly Hidayaturrahman Sragen, menghadiri kajian tersebut. Yang dilaksanakan ba'da Isya. Selain kajian dipenuhi mahasantri, terdapat juga para bapak dan ibu-ibu. Begitu pula datang para remaja (pemuda-pemudi) yang ikut andil dalam penyeggaraan acara ini.
Pengisi yang lantang dan menyentuh hati ketika menyampaikan kondisi masyarakat palestina dengan bahasa Arabnya.
Penerjemah yang menerjemahkan dengan baik.


Kawan..., silahkan tinggalkan pesan...

Nama

Email *

Pesan *